Entertainment

Cacar Monyet Menyebar di Eropa Hingga Negara Tetangga RI, Seberapa Parah Gejalanya?


WowKeren
Pejabat kesehatan Amerika dan Eropa telah mengidentifikasi sejumlah kasus cacar monyet baru-baru ini, sebagian besar ditemukan pada pria muda. Ini merupakan wabah penyakit mengejutkan yang jarang muncul di luar Afrika.

Sebenarnya penyakit apa cacar monyet itu dan mengapa kini bisa menyebar lebih jauh? Apakah Indonesia perlu mewaspadai penyebaran kasus cacar monyet? Berikut informasi tentang penyakit cacar monyet yang telah dirangkum oleh tim WowKeren.

Apa Itu Cacar Monyet dan Bagaimana Gejalanya?

Cacar Monyet

Cacar monyet alias monkeypox merupakan virus yang berasal dari hewan liar seperti hewan pengerat dan primata. Virus ini terkadang menular ke manusia.

Sebagian besar kasus cacar monyet pada manusia ditemukan di Afrika tengah dan barat, dimana penyakit ini merupakan endemik. Infeksi cacar monyet pada manusia pertama kali diketahui terjadi di tahun 1970 pada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun di bagian terpencil Kongo.

Monkeypox diketahui termasuk dalam keluarga virus yang sama dengan cacar, tetapi menyebabkan gejala yang lebih ringan. Kebanyakan pasien hanya mengalami demam, nyeri tubuh, kedinginan dan kelelahan. Orang dengan penyakit yang lebih serius dapat mengalami ruam dan luka pada wajah dan tangan yang dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Seberapa Berbahaya Penyakit Cacar Monyet?

Cacar Monyet 2

Masa inkubasi cacar monyet diketahui berkisar antara 5 hari hingga 3 minggu. Kebanyakan orang sembuh dalam waktu sekitar 2-4 minggu tanpa perlu dirawat di rumah sakit.

Meski demikian, cacar monyet bisa saja berakibat deadly pada 1 dari 10 orang. Penyakit ini juga diperkirakan lebih parah pada anak-anak.

Bagaimana Cara Penularannya?

Cacar Monyet 3

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus ini utamanya ditularkan ke manusia dari hewan liar seperti hewan pengerat dan primata. Meski begitu, penularan dari manusia ke manusia juga dimungkinkan kontak dengan lesi, cairan tubuh, tetesan pernapasan, dan bahan yang terkontaminasi seperti tempat tidur.

WHO juga mengungkapkan bahwa konsumsi daging yang tidak dimasak dengan benar dan produk lain dari hewan yang terinfeksi juga merupakan faktor risiko penularan cacar monyet. Sedangkan Badan Keamanan Kesehatan Inggris menyoroti bahwa kasus-kasus baru-baru ini sebagian besar terjadi di antara pria dengan orientasi seksual homosexual atau biseksual.

“Kami melihat penularan di antara pria yang berhubungan seks dengan pria,” ujar Asisten Direktur Jenderal WHO, Dr Soce Fall.

Apa yang Berbeda Dari Penyebaran Cacar Monyet Kali Ini?

Cacar Monyet 4

Penularan di sejumlah negara baru-baru ini membingungkan para ahli kesehatan karena ini pertama kalinya cacar monyet menyebar di antara orang-orang yang tidak bepergian ke Afrika. Adapun sejumlah negara Eropa yang telah melaporkan kasus cacar monyet di antaranya adalah Inggris, Italia, Portugal, Spanyol dan Swedia.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan kasusnya tidak semuanya terhubung, menunjukkan bahwa ada banyak rantai penularan yang terjadi. Infeksi di Portugal diambil di sebuah klinik kesehatan seksual, di mana para pria mencari bantuan untuk luka pada alat kelamin mereka.

Pada 18 Mei, pejabat AS melaporkan kasus cacar monyet pada seorang pria yang baru saja melakukan perjalanan ke Kanada. Badan Kesehatan Masyarakat Kanada juga mengkonfirmasi dua kasus terkait dengan tes positif itu. Sedangkan Australia telah melaporkan kasus pertamanya pada seorang pasien yang baru kembali dari Eropa pada Jumat (20/5).

Bagaimana Cara Mengobati Cacar Monyet?

cacar monyet 5

Biasanya, orang yang terpapar virus tersebut sering diberi salah satu dari beberapa vaksin cacar, yang telah terbukti efektif melawan cacar monyet. Obat antivirus juga sedang dikembangkan.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa juga merekomendasikan semua kasus suspek cacar monyet untuk diisolasi. Orang berisiko tinggi yang sempat melakukan kontak dengan pasien juga ditawarkan vaksin cacar.

Adapun pakar kesehatan telah mengimbau masyarakat untuk tidak panik. “Ini tidak akan menyebabkan epidemi nasional seperti COVID, tetapi ini adalah wabah penyakit serius yang serius – dan kita harus menganggapnya serius,” kata Dr Jimmy Whitworth, seorang profesor kesehatan masyarakat internasional di London College of Hygiene and Tropical Drugs.

(wk/Bert)





Supply hyperlink

Leave a Reply

Your email address will not be published.