Entertainment

Relawan Mulai Lelah dan Kehabisan Suplai Saat Krisis Pengungsi Ukraina Berlanjut


WowKeren
Lima minggu setelah dimulainya pertempuran di Ukraina, Kamil Prusinowski dan sekelompok kecil sukarelawan lain mulai kelelahan di tempat penampungan pengungsi di perbatasan di Polandia. Mereka tampaknya kewalahan. Persediaan, dana, dan energi hampir habis, kata Prusinowski di ruangan yang bertempat di bekas sekolah di desa Boratyn.

“Kami baru saja kehabisan darah. Kami hanya membutuhkan bantuan institusional yang tepat untuk mendukung semua orang ini,” ungkap Prusinowski.

Lebih dari 4 juta warga Ukraina telah melarikan diri ke luar negeri sejak dimulainya apa yang disebut Rusia sebagai “operasi khusus” itu. Hampir 2,5 juta dari mereka telah menyeberang ke Polandia dan lebih banyak lagi yang tiba, menurut layanan penjaga perbatasan. Dengan kasur tergeletak di lantai, anak-anak dan ibu mereka menunggu perawatan medis di pusat yang dikelola oleh yayasan Unitatem yang baru dibentuk.

Dr Inés Jorge de Figueiredo (34), mengatakan dia memiliki ibuprofen dan persediaan dasar lainnya. Tetapi sangat kekurangan perawatan untuk kondisi kronis termasuk hipertensi dan diabetes.

“Orang-orang membutuhkan bantuan. Kebutuhannya berubah, tetapi kami harus berada di sini dan organisasi kami sedang berjuang untuk mendapatkan tim lain (yang terdiri dari dokter),” ujarnya, melansir Reuters.

Kelompok-kelompok bantuan membutuhkan uang tunai untuk membayar tagihan listrik, air, makanan mereka, tambahnya. Staf di sana membutuhkan “bantuan untuk membayar (untuk) mobil kami untuk pergi dari satu pusat ke pusat lainnya”.

Relawan bersembunyi di bawah jas hujan dan tenda yang menetes, sesekali keluar untuk menawarkan pizza, kentang goreng, dan minuman panas kepada pengungsi.

“Orang-orang datang dengan kebutuhan yang sangat kritis yang perlu ditangani. Jadi sangat penting bagi komunitas internasional untuk mendukung respons nasional, aktor kemanusiaan, dan lainnya yang ada di lapangan,” kata Shabia Mantoo, juru bicara badan pengungsi PBB UNHCR.

Sementara itu, para pengungsi mengatakan mereka melakukan bagian mereka. “Kami mencoba membantu di sini dengan membersihkan dan menjaga tempat itu tetap rapi,” kata Kateryna Rogachova (49), yang berasal dari Velyka Dymerka di wilayah Oblast Kyiv Ukraina.

“Kami pergi ke lembaga lain yang serupa dan membantu di sana juga. Kami mengecat dinding, melipat kain, membantu menurunkan barang belanjaan Sedikit demi sedikit, kita terbiasa dengan semuanya,” pungkasnya.

(wk/amel)





Supply hyperlink

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close